SPAN Pangkalpinang Cetak Teknisi Kedirgantaraan, Peminat Membludak Jelang SPMB 2026/2027

JENDELALBABEL.COM, BANGKA TENGAH — Menjelang dibukanya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD hingga SMA pada Mei–Juni mendatang, sejumlah sekolah swasta lebih dulu membuka penjaringan peserta didik. Salah satunya adalah SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Pangkalpinang.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, di samping Bandara Lama Depati Amir, Kabupaten Bangka Tengah itu kini menjadi magnet bagi calon siswa dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, halaman sekolah tampak dipenuhi kendaraan para orang tua yang mendampingi putra-putri mereka mengikuti tahapan seleksi. Sebagian besar calon siswa diketahui berasal dari luar Kota Pangkalpinang.

“Hari ini ada dua tahapan seleksi, yakni tes fisik dan kesehatan,” kata Kepala SMK SPAN Pangkalpinang, Delia Anggraini.

Menurut Delia, hingga awal April 2026, sekolahnya telah menerima 16 peserta didik yang melakukan daftar ulang, dari total kuota sebanyak 20 orang.

“Alhamdulillah, peminat terus bertambah. Saat ini kami masih membuka pendaftaran sekaligus melaksanakan proses seleksi,” ujarnya.

SPAN atau Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional merupakan sekolah vokasi swasta yang fokus pada bidang teknik penerbangan. Di Provinsi Bangka Belitung, sekolah ini menjadi satu-satunya SMK yang secara khusus menyiapkan lulusan di sektor kedirgantaraan.

SPAN dirintis oleh Yayasan Pengembangan Pembangunan Nasional (YPPN) sejak tahun 2001 dan kini telah hadir di tiga kota, yakni Pangkalpinang, Padang, dan Medan.

Ketua Yayasan SPAN, Adriani, menjelaskan bahwa SPAN Pangkalpinang mulai beroperasi pada tahun 2020. Sebelumnya, sekolah tersebut sempat berlokasi di Kelurahan Temberan, Air Itam, Pangkalpinang.

“Tujuan pendirian sekolah ini adalah mencetak sumber daya manusia di bidang penerbangan, karena peluang kerja di sektor tersebut semakin terbuka luas pada masa mendatang,” kata Adriani.

Selama enam tahun berjalan, SPAN Pangkalpinang telah meluluskan tiga angkatan dengan total 19 alumni. Sejumlah lulusan melanjutkan pendidikan ke universitas dan politeknik bidang kedirgantaraan, sementara lainnya diterima di sekolah kedinasan hingga menjadi anggota TNI Angkatan Darat.

Kurikulum Semi Militer

Salah satu keunggulan SPAN dibandingkan sekolah kejuruan lainnya di Bangka Belitung adalah penerapan kurikulum semi militer.

Delia mengatakan, pola pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk disiplin, mental, dan kesiapan fisik para taruna dan taruni, terutama bagi mereka yang bercita-cita meniti karier di TNI maupun Polri.

“Kami menerapkan pola semi militer agar siswa memiliki karakter disiplin, tangguh, dan siap bersaing,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, SPAN secara berkala mengirim taruna dan taruninya mengikuti program magang dan pembinaan di sejumlah pangkalan udara, di antaranya Lanud Husein Sastranegara Bandung, Lanud Ahmad Yani Semarang, dan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selain itu, seluruh peserta didik baru diwajibkan tinggal di asrama. Di lingkungan asrama, mereka menjalani pembinaan kedisiplinan, pembentukan jiwa korsa, penguatan mental, hingga kegiatan keagamaan secara rutin.

Dua Jurusan Andalan

SMK SPAN Pangkalpinang saat ini membuka dua program keahlian, yakni Avionics dan Airframe Powerplant.

Jurusan Avionics mempelajari seluruh sistem elektronik pada pesawat terbang, mulai dari navigasi, komunikasi, sistem kendali penerbangan, tampilan kokpit, hingga radar cuaca.

Sementara Airframe Powerplant berfokus pada perawatan dan pemeliharaan pesawat, mencakup mesin, struktur, dan sistem pesawat terbang.

Sebagai bagian dari pembelajaran, para siswa juga diwajibkan menjalani praktik kerja lapangan selama tiga bulan di industri penerbangan.

Beberapa lokasi magang yang menjadi mitra sekolah antara lain PT Dirgantara Indonesia di Bandung dan Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim, Batam.

Batam Aero Technic merupakan pusat perawatan dan perbaikan pesawat milik Lion Air Group, sedangkan PT Dirgantara Indonesia merupakan BUMN yang bergerak di bidang produksi pesawat dan helikopter.

Didukung Pengajar Berlisensi

Untuk menunjang kompetensi siswa, SPAN Pangkalpinang diperkuat tenaga pengajar yang berpengalaman di bidang teknik pesawat terbang.

“Beberapa pengajar kami memiliki lisensi dan pernah bekerja di maskapai penerbangan, seperti Lion Air, Sriwijaya Air, hingga PT Dirgantara Indonesia. Bahkan ada dua instruktur yang diperbantukan langsung dari Lion Air,” kata Delia.

Kehadiran tenaga pengajar berpengalaman itu diharapkan mampu memperkuat kemampuan teknis siswa sejak dini, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk masuk ke dunia industri penerbangan.

Bagi sebagian orang tua, konsep pendidikan yang diterapkan SPAN menjadi alasan utama memilih sekolah tersebut.

Faulia, warga Kace, mengaku sengaja mendaftarkan anaknya ke SPAN karena melihat minat sang anak terhadap pesawat dan mesin sejak kecil.

“Anak saya memang suka sekali dengan pesawat dan permesinan. Ketika saya tawarkan sekolah di sini, dia langsung tertarik,” ujarnya.

Ia menilai pola pendidikan semi militer yang diterapkan SPAN cocok untuk membentuk karakter anaknya yang aktif dan ekspresif.

Dengan kombinasi pendidikan vokasi, disiplin semi militer, serta dukungan tenaga pengajar profesional, SPAN Pangkalpinang kini mulai menempatkan diri sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Bangka Belitung dalam mencetak teknisi dan sumber daya manusia di bidang kedirgantaraan. (Jendela group)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *